
jurnalmahakam.com, Kutai Kartanegara – Menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mengintensifkan persiapan melalui rapat koordinasi lintas instansi. Pertemuan berlangsung di Ruang Eksekutif Lantai II Kantor Bupati Kukar, Jalan Wolter Monginsidi, Timbau, Tenggarong, pada Jumat (8/8/2025).
Rapat yang dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, ini dihadiri oleh 25 peserta yang berasal dari jajaran pemerintah daerah, unsur TNI, Polri, hingga pihak penyelenggara.
Dalam sambutannya, Akhmad Taufik menegaskan bahwa seluruh pihak harus disiplin dan solid, terutama dalam menghadapi agenda utama yaitu upacara pengibaran bendera pada 17 Agustus mendatang.
“Kerapian pakaian, keseragaman sepatu, dan langkah kaki saat memasuki lapangan mengikuti iringan musik harus benar-benar diperhatikan. Gladi kotor akan kita laksanakan pada 12–13 Agustus supaya semua siap di hari pelaksanaan,” katanya.
Selain menekankan aspek baris-berbaris, ia juga meminta seluruh perlengkapan pasukan, parade, serta tim paduan suara dipastikan siap jauh hari sebelum pelaksanaan.
Sementara itu, Kepala Subbagian Protokol dan Komunikasi (Prokom) Setdakab Kukar, Ismed, memaparkan aspek teknis yang harus menjadi perhatian. Di antaranya penempatan tenda PMI, ketersediaan ambulans dan tenaga medis, hingga pengaturan podium serta kursi tamu VIP.
Ismed juga menegaskan perlunya kesiapan sistem suara di berbagai titik acara. Menurutnya, protokol akan memantau jalannya setiap kegiatan, termasuk di Taman Makam Pahlawan untuk malam renungan suci dan sepanjang jalur pawai.
“Semua kegiatan harus dipantau oleh protokol, dan koordinasi antarinstansi perlu diperkuat agar pelaksanaan peringatan hari besar ini berjalan lancar,” ujar Ismed.
Pemkab Kukar optimistis seluruh tahapan persiapan dapat diselesaikan tepat waktu. Pemerintah daerah berharap momentum HUT ke-80 Kemerdekaan RI bukan hanya berlangsung meriah, tetapi juga penuh khidmat dan mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air bagi masyarakat Kutai Kartanegara. (Adv Diskominfo Kukar/yh)










