jurnalmahakam.com, Samarinda – Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, Alfamidi menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Peningkatan Daya Saing UMKM” di Kantor Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar pada Minggu (21/9/2025).
Acara tersebut menjadi momentum penting bagi para pelaku UMKM untuk memahami peluang kemitraan dengan jaringan ritel modern dan memperkuat posisi produk lokal di pasar nasional.
Kepala DKUMPP Kabupaten Banjar, I Gusti Made Suryawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang khusus untuk mendorong para pengusaha mikro agar naik kelas melalui peningkatan kualitas produk yang memenuhi standar nasional.
“Kegiatan ini dimaksudkan untuk memfasilitasi para pengusaha mikro daerah menuju UMKM naik kelas yang dapat menghasilkan produk berkualitas sesuai standar nasional, sehingga bisa menjangkau pasar modern yang lebih luas,” ujar Gusti.
Ia menambahkan, kolaborasi antara DKUMPP dengan ritel besar seperti Alfamidi diharapkan menjadi inspirasi bagi para pelaku UMKM untuk bertransformasi menjadi produsen yang kompetitif dan inovatif.
“Kami berharap kerja sama ini mampu membuka jalan bagi produk lokal agar tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga bisa bersaing di tingkat nasional,” imbuhnya.
Sementara itu, Branch Manager Alfamidi Cabang Samarinda, Markus Nurdianto, menegaskan komitmen Alfamidi dalam memberikan ruang bagi produk lokal Banjar untuk menembus jaringan toko Alfamidi yang tersebar di berbagai wilayah Kalimantan Timur.
“Alfamidi siap mendukung produk-produk UMKM di Kabupaten Banjar agar dapat masuk ke jaringan toko kami, tentunya dengan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku,” jelas Markus.
Markus juga menilai potensi produk lokal di Banjar sangat besar dan beragam, mulai dari makanan olahan, kerajinan tangan, hingga produk pertanian. Ia mendorong pelaku UMKM untuk memperhatikan kualitas, kemasan, serta konsistensi produksi agar bisa bersaing di pasar ritel modern yang kompetitif.
Acara sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi informasi, tetapi juga menjadi langkah awal menuju sinergi jangka panjang antara Alfamidi dan para pelaku UMKM di Banjar. Tujuannya jelas: memperkuat perekonomian daerah melalui kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
Alfamidi memandang bahwa keberadaan UMKM merupakan tulang punggung ekonomi lokal yang perlu terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Dukungan dari pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci agar produk-produk Banjar dapat menembus pasar nasional, bahkan internasional.
“Kami ingin bersama-sama membangun ekosistem bisnis yang sehat. Dengan sinergi seperti ini, UMKM lokal tidak hanya menjadi penggerak ekonomi daerah, tetapi juga bagian penting dalam rantai pasok nasional,” tutup Markus.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif yang diikuti antusias oleh peserta UMKM. Banyak di antara mereka mengaku mendapatkan wawasan baru tentang strategi pemasaran, perizinan produk, dan akses distribusi melalui jaringan ritel modern.










